Dokumen Registrasi Surat Tanda Registrasi (STR) Online ver 2.0

TR Online ver 2.0 secara online ini bertujuan agar pelayanan registrasi menjadi lebih cepat, dan dapat terintegrasi antara MTKI, MTKP dan Organisasi Profesi. Reporting STR Online dapat dilakukan secara real time.

Registrasi STR Online ver 2.0 dapat dilakukan melalui www.ktki.kemkes.go.id

Dokumen-dokumen yang perlu diperhatikan ketika akan diunggah:

Penerimaan Artikel Jurnal Gizi Indonesia

PESERTA TEMU ILMIAH INTERNASIONAL DALAM RANGKA KONGRES PERSAGI XV

Kepada seluruh peserta Temu Ilmiah Internasional yang sudah read more

Kongres

INFORMASI KPIG, TEMU ILMIAH-PELATIHAN GIZI & DIETETIK, KONGRES PERSAGI XVI

KURSUS PENYEGAR ILMU GIZI (KPIG), TEMU ILMIAH-PELATIHAN GIZI & DIETETIK, DAN KONGRES PERSAGI XVI

Medan, 19 – 22 November 2019

Pendahuluan

Keberhasilan pembangunan suatu bangsa ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, yang salah satunya ditentukan oleh faktor gizi. Oleh karena itu, meningkatkan status gizi masyarakat merupakan keharusan dalam mensukseskan pembangunan bangsa. Tuntutan perbaikan gizi menjadi lebih penting lagi dalam rangka menyongsong generasi emas 2045 dan menyongsong era revolusi industri 4.0 yang menuntut sumber daya manusia yang sehat, cerdas, inovatif, dan mandiri.

Masalah dan perkembangan status gizi masyarakat di Indonesia sampai saat ini belum menggembirakan. Riskesdas 2018, menemukan 30,8% anak di Indonesia stunting, yang menurut kriteria WHO tergolong tinggi, walaupun angka ini sudah menurun dibanding tahun 2013. Status gizi dan kesehatan ibu hamil masih sangat memprihatinkan. Hampir separuh ibu hamil menderita anemia gizi, sebagai salah satu faktor tingginya prevalensi bayi dengan berat bayi lahir rendah. Disisi lain kejadian obesitas (IMT>27) pada usia dewasa meroket dari 14,8% tahun 2013 menjadi 21,8% tahun 2018.  Kondisi ini berdampak pada semakin meningkatnya penderita hipertensi, diabetes melitus (DM), stroke, dan jantung serta lainnya.

Banyak faktor yang berhubungan dengan terjadinya masalah gizi meliputi ketahanan pangan tingkat rumah tangga, faktor pola asuh, cakupan dan kualitas pelayanan gizi, kondisi lingkungan yang berpengaruh pada kesehatan yaitu sanitasi dan air bersih. Data menunjukkan bahwa baru 37% bayi disusui eksklusif, kualitas pelayanan kesehatan (pemantauan pertumbuhan sesuai standar hanya 54,6%), lingkungan (ketersediaan air bersih dan pengelolaan sampah rumah tangga yang tidak berubah dari tahun 2013 ke tahun 2018), ketahanan pangan tingkat rumah tangga, perilaku (merokok pada penduduk usia 10-18 tahun meningkat dari 7,2% tahun 2007 menjadi 9,1% tahun 2018, serta pengetahuan dan tingkat pendidikan orang tua yang tidak terjadi peningkatan.

Dilain pihak, perkembangan industri pangan olahan siap saji dan gerai makanan sangat cepat, diperkirakan 12% setiap tahun yang umumnya mengandung tinggi gula, garam, dan lemak. Dari sisi pemasaran di Indonesia rata-rata setiap 4 menit ditayangkan iklan makanan siap saji di televisi, relatif lebih sering dibandingkan negara tetangga Malaysia dan China. Berkembangnya aplikasi online mengakibatkan mudahnya mengakses semua pilihan makanan siap saji. Kondisi ini mendorong tingginya konsumsi gula, garam, dan lemak sebagai faktor resiko utama penyakit tidak menular.

Komitmen global penanggulangan masalah gizi di setiap Negara tertuang dalam World Health Assembly Nomor 69 tahun 2012, yang menargetkan setiap negara pada tahun 2025 dan komitmen global Sustainable Development Goals (2030) menetapkan bahwa setiap negara mengeliminasi segala bentuk kekurangan gizi di masyarakat. Sasaran global perbaikan gizi 2025 adalah:

  • Menurunkan jumlah balita stunting sebesar 40%
  • Menurunkan anemia pada wanita usia subur sebesar 50%
  • Menurunkan bayi lahir rendah sebesar 30%
  • Tidak meningkatnya prevalensi obesitas
  • Meningkatnya cakupan ASI eksklusif serendahnya 50%
  • Menurunnya prevalensi gizi buruk akut atau kurus menjadi setinggi-tingginya 5%

Indonesia berkomitmen dalam meningkatkan status gizi masyarakat melalui rencana pembangunan jangka panjang menengah dengan mencantumkan indikator gizi. Peraturan Presiden RI Nomor 42 tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi, secara khusus diarahkan untuk meningkatkan koordinasi dalam menurunkan prevalensi stunting yang fokus pada perbaikan gizi periode 1000 Hari Pertama Kehidupan.

Perkembangan ilmu dan teknologi di bidang kegizian sangat memungkinkan adanya percepatan perbaikan status gizi masyarakat. Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) telah menetapkan standar kompetensi bagi anggota yang diharapkan dapat mengantisipasi permasalahan gizi yang terjadi dimasyarakat. Pada saat ini, terdapat sekitar 34.000 anggota yang terdiri dari berbagai jenjang pendidikan dan profesi. Hal ini merupakan potensi yang besar apabila setiap anggota mempunyai kompetensi, komitmen, dan kemandirian dalam menerapkan ilmu dan keterampilannya.

Penguatan kompetensi dan etika profesi diperlukan bagi seluruh profesi gizi yang bekerja dalam upaya perbaikan gizi individu dan masyarakat serta pengembangan gizi di Indonesia. Hal tersebut akan dibahas dalam Kursus Penyegar Ilmu Gizi (KPIG) dan Temu Ilmiah serta Kongres Persatuan Ahli Gizi XVI, dengan tema:

Kemandirian Profesi Gizi sebagai Mitra Pemerintah dalam Penanggulangan Masalah Gizi”.

 

Tujuan Umum

Tercapainya kemandirian profesi gizi melalui penguatan kompetensi dan etika profesi gizi dalam upaya penanggulangan masalah gizi sesuai standar dan perkembangan ilmu dan teknologi di bidang gizi terkini.

 

Tujuan Khusus

  1. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang gizi dan dietetik sesuai dengan standar dan perkembangan ilmu dan teknologi terkini.
  2. Meningkatkan potensi kemandirian melalui pengkajian serta pengembangan jiwa kewirausahaan gizi.
  3. Mengidentifikasi berbagai kendala dalam implementasi dan pemecahan masalah gizi.
  4. Meningkatkan kesadaran dan internalisasi etika profesi dan standar kompetensi.

 

Lingkup Kegiatan

Kursus Penyegar Ilmu Gizi, Temu Ilmiah Gizi dan Kongres Nasional PERSAGI XVI terdiri dari 5 (lima) kegiatan yaitu:

  1. Kursus Penyegar Ilmu Gizi (KPIG)

KPIG dilakukan dalam rangkaian Temu Ilmiah Gizi yang dijadwalkan pada tanggal 20-21 November 2019. KPIG dibagi menjadi 3 kelompok utama, meliputi:

  1. Kelompok Asuhan Gizi dan Dietetik.
  2. Kelompok Penyelenggaraan Makanan/Food Service/Catering Care.
  3. Kelompok Gizi Masyarakat.

 

  1. Temu Ilmiah

Acara Temu Ilmiah Internasional dilaksanakan dalam bentuk seminar dan simposium yang dimulai dengan penyampaian keynote speech oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Selain itu, penyampaian materi dari nara sumber lain yang terkait yaitu: Menteri Tenaga Kerja, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS, Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, dan Para Pakar (antara lain: Presiden AFDA, WHO, UNICEF). Kemudian dilanjutkan dengan penyajian materi dalam sidang pleno tentang arah, strategi dan kebijakan pembangunan gizi serta materi lain yang berkaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang gizi yang perlu diketahui dan dipahami oleh seluruh peserta temu ilmiah.

 

Kegiatan simposium akan disajikan secara paralel dengan topik bahasan terdiri dari:

  1. Gizi Masyarakat
Meliputi a.l.      : Program Gizi, pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM), gizi olahraga, gizi bencana, standar antropometri, stunting, angka kecukupan gizi (AKG), tabel komposisi pangan Indonesia (TKPI).
  1. Gizi Klinik
Meliputi a.l.      : Hospital malnutrition, gangguan metabolik, Medical Nutrition Therapy (MNT) pada PTM.
  1. Penyelenggaraan makanan
Meliputi a.l.      : Food safety, Catering care, Food service
  1. Pendidikan dan sertifikasi
Lesson learnt  : Pengembangan kurikulum program profesi, sertifikasi profesi, program pelatihan dan pendidikan, profesionalisme profesi.

 

  1. Pameran Gizi (Nutrition Expo)

Kegiatan pameran gizi (nutrition expo) akan menampilkan produk-produk pangan dan produk inovasi yang berkaitan dengan gizi antara lain yang terkait dengan pemanfaatan pangan lokal, inovasi pengembangan menu makanan untuk berbagai macam penyakit, termasuk produk inovasi perangkat lunak alat pantau status gizi. Selain itu pameran gizi (nutrition expo) ini juga memberi kesempatan kepada dunia usaha industri makanan dan minuman untuk memperkenalkan produknya sepanjang tidak melanggar International Code dan ketentuan lain yang berlaku.

 

  1. Berbagai Macam Lomba atau Kontes, antara lain :

Dietetian and Nutritionist Award, Lomba Makanan Tambahan Sehat Anak Sekolah Berbasis Pangan Lokal.

Pada kegiatan ini akan dilombakan berbagai resep makanan sehat berdasar gizi seimbang untuk anak sekolah dan keluarga. Lomba pangan lokal tentang makanan utama dan makanan selingan (snack) hasil karya siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Sumatera Utara yang diadakan bekerjasama dengan Kementerian Pertanian, Lomba makanan anak sekolah berbasis pangan lokal.

Selain itu akan dilombakan pula hasil penulisan ilmiah yang diikuti oleh semua dietisien dan nutrisionis yang melakukan riset dibidang pelayanan gizi, pengembangan produk, inovasi pelayanan gizi dan karya lainnya yang akan dinilai oleh tim juri dan akan dipilih 10 finalis yang akan mempresentasikan hasil karya ilmiahnya.

 

  1. Kongres Nasional Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Konas PERSAGI)

Kongres Nasional PERSAGI merupakan kegiatan internal profesi gizi (tenaga gizi) yang dilaksanakan secara berkala setiap 5 tahun. Kegiatan ini hanya diikuti oleh anggota PERSAGI (Ketua DPD PERSAGI). Kongres Nasional PERSAGI XVI akan membahas :

  1. Laporan pertanggung-jawaban Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PERSAGI periode tahun 2014 – 2019.
  2. Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) PERSAGI.
  3. Pemilihan Ketua Umum DPP PERSAGI periode tahun 2019 – 2024.

 

Tempat dan Tanggal Kegiatan

Kursus Penyegar Ilmu Gizi, Temu Ilmiah Internasional, dan Kongres Nasional PERSAGI XVI akan dilaksanakan di Sumatera Utara Medan, tanggal 19-22 November 2019.

Peserta

Peserta KPIG, Temu Ilmiah Internasional, dan Kongres Nasional PERSAGI XVI adalah para:

  • Perencana dan pengelola program gizi tingkat pusat;
  • Ketua dan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Ahli Gizi Indonesia;
  • Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Persatuan Ahli Gizi Indonesia;
  • Ketua dan pengurus Asosiasi Dietetik Indonesia (AsDI) Pusat;
  • Anggota PERSAGI;
  • Dosen, Mahasiswa, dan Peneliti di bidang gizi;
  • Lembaga Swadaya Masyarakat, NGO, dan Pemerhati Gizi yang berminat;
  • Dunia Usaha dan Dunia Industri; dan
  • Peserta perorangan lain yang berminat.

 

Pendaftaran dan Registrasi Peserta

Pendaftaran calon peserta Kursus Penyegar Ilmu Gizi, Temu Ilmiah Internasional, dan Kongres Nasional PERSAGI XVI dimulai tanggal 1 Maret 2019 dan akan ditutup pada tanggal 31 Agustus 2019 jam 16.00 WIB.

Pendaftaran dapat dilakukan secara on line melalui website www.persagi.org

Pembayaran melalui Bank Mandiri RSPP Nomor rekening 126 000 728 5520 a/n DPP PERSAGI.ADVOKASI

Biaya pendaftaran untuk mengikuti KPIG, Temu Ilmiah Internasional, dan Kongres Nasional PERSAGI XVI adalah Rp. 2.900.000,- (Dua Juta Sembilan Ratus Ribu Rupiah) tanpa transportasi dan penginapan.

 

Penginapan Peserta

Panitia akan memberi informasi tentang daftar nama dan tarif (rate) penginapan yang terdapat di sekitar lokasi kegiatan.

 

Satuan Kredit Profesi (SKP)

  1. Pembicara/Narasumber/Fasilitator : 3 SKP
  2. Moderator : 2 SKP
  3. Peserta Pelatihan : 3 SKP
  4. Peserta : 2 SKP
  5. Panitia : 2 SKP
  6. Poster Presentasi : 2 SKP

 

Info Penginapan Hotel di Sekitar Kegiatan

10 Hotel Terdekat Santika (688 KiB, 1 downloads)

Download Kerangka Acuan:

Kerangka Acuan (151 KiB, 41 downloads)

Download Flyer

2nd Announce Kongres (2.5 MiB, 29 downloads)
Translate »