Refleksi Hari Kanker Se Dunia Tahun 2021: Aspek Gizi dalam Memerangi Kanker

Semoga tidak terlambat untuk mengucapkan Selamat Hari Kanker se Dunia yang setiap tahun diperingati tanggal 4 Februari untuk meningkatkan kesadaran global mengenai penyakit kanker. Hari Kanker Sedunia dimulai pada tahun 2000, pada saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) dunia melawan kanker pertama, yang diadakan di Paris. Pada pertemuan tersebut, melahirkan sebuah dokumen yang menguraikan komitmen kerja sama global untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kanker dan investasi berkelanjutan dalam dan kemajuan penelitian, pencegahan, dan pengobatan kanker. Untuk tema Hari Kanker Sedunia tahun 2021 ini adalah ‘I Am and I Will’ yang merupakan kelanjutan dari tahun 2019. Tahun ini merupakan tahun terakhir untuk mengusung tema ini, salah satu semboyan dari temanya adalah ‘bersama, semua tindakan kita penting’.
Terdapat 8,1 juta kasus baru yang didiagnosis kanker pada tahun 1990, 10 juta pada tahun 2000; 12,4 juta pada tahun 2008; dan 14,1 juta pada tahun 2012. Jumlah kematian tahunan di seluruh dunia akibat kanker juga meningkat, dari 5,2 juta orang pada tahun 1990 menjadi 8,2 juta orang pada tahun 2012 menjadi sekitar 9,6 juta pada 2018. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jika kejadian kanker terus meningkat pada tingkat yang dilaporkan, maka jumlah kematian akibat kanker di seluruh dunia akan meningkat menjadi lebih dari 16,3 juta pada tahun 2040. Namun demikian juga menurut WHO, sebanyak 40 persen dari kematian akibat kanker dapat dicegah. Dalam tulisan ini bagaimana upaya kita mencegah dan menanggulangi kanker dari aspek gizi.

Refleksi Hari Gizi Nasional ke-61 25 Januari 2021: REMAJA SEHAT BEBAS ANEMIA MENUJU INDONESIA BEBAS STUNTING

Peringatan Hari Gizi Nasional ke-61 tanggal 25 Januari tahun 2021 ini terasa sangat berat untuk dirayakan, karena tahun ini pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Pandemi yang melanda Indonesia sejak bulan Maret 2020 hingga saat ini dan negara-negara lain di dunia, memperlihatkan sisi lain perjuangan bangsa kita dalam menyetop penyebaran Covid-19 sampai pemberian vaksinasi yang barusan dimulai. Yang menjadi pertanyaan, mengapa Hari Gizi Nasional tahun ini justru mengangkat thema anemia, dan bukan gizi imunitas?

Dokumen Registrasi Surat Tanda Registrasi (STR) Online ver 2.0

TR Online ver 2.0 secara online ini bertujuan agar pelayanan registrasi menjadi lebih cepat, dan dapat terintegrasi antara MTKI, MTKP dan Organisasi Profesi. Reporting STR Online dapat dilakukan secara real time.

Registrasi STR Online ver 2.0 dapat dilakukan melalui www.ktki.kemkes.go.id

Dokumen-dokumen yang perlu diperhatikan ketika akan diunggah:

Penerimaan Artikel Jurnal Gizi Indonesia

PENERIMAAN ARTIKEL GIZI INDONESIA

Kepada seluruh peserta Temu Ilmiah Internasional yang sudah mempresentasikan artikel dalam read more

Berita

Refleksi Hari Kanker Se Dunia Tahun 2021: Aspek Gizi dalam Memerangi Kanker

Semoga tidak terlambat untuk mengucapkan Selamat Hari Kanker se Dunia yang setiap tahun diperingati tanggal 4 Februari untuk meningkatkan kesadaran global mengenai penyakit kanker. Hari Kanker Sedunia dimulai pada tahun 2000, pada saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) dunia melawan kanker pertama, yang diadakan di Paris. Pada pertemuan tersebut, melahirkan sebuah dokumen yang menguraikan komitmen kerja sama global untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kanker dan investasi berkelanjutan dalam dan kemajuan penelitian, pencegahan, dan pengobatan kanker. Untuk tema Hari Kanker Sedunia tahun 2021 ini adalah ‘I Am and I Will’ yang merupakan kelanjutan dari tahun 2019. Tahun ini merupakan tahun terakhir untuk mengusung tema ini, salah satu semboyan dari temanya adalah ‘bersama, semua tindakan kita penting’.
Terdapat 8,1 juta kasus baru yang didiagnosis kanker pada tahun 1990, 10 juta pada tahun 2000; 12,4 juta pada tahun 2008; dan 14,1 juta pada tahun 2012. Jumlah kematian tahunan di seluruh dunia akibat kanker juga meningkat, dari 5,2 juta orang pada tahun 1990 menjadi 8,2 juta orang pada tahun 2012 menjadi sekitar 9,6 juta pada 2018. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jika kejadian kanker terus meningkat pada tingkat yang dilaporkan, maka jumlah kematian akibat kanker di seluruh dunia akan meningkat menjadi lebih dari 16,3 juta pada tahun 2040. Namun demikian juga menurut WHO, sebanyak 40 persen dari kematian akibat kanker dapat dicegah. Dalam tulisan ini bagaimana upaya kita mencegah dan menanggulangi kanker dari aspek gizi.


Apa itu Kanker?


Kanker itu sendiri adalah pembelahan sel secara dan pertumbuhan yang abnormal yang tidak dapat dikontrol, sehingga cepat menyebar ke banyak bagian tubuh. Kanker merupakan penyakit yang tidak diketahui penyebabnya secara pasti, tetapi dipengaruhi oleh banyak faktor risiko, seperti: merokok, banyak konsumsi makanan yang tidak sehat, kesehatan lingkungan yang kurang, obesitas, kurang aktivitas fisik, dan stress.

Salah satu gangguan yang dapat terjadi pada Penderita Kanker adalah gangguan gizi yang disebabkan kurangnya asupan makanan, tindakan medik, efek psikologis, dan pengaruh keganasan sel kanker itu sendiri. Seperti yang kita ketahui, salat satu pengobatan kanker adalah melalui tindakan kemoterapi yang bertujuan membunuh sel-sel kanker.

Tubuh yang dimasuki obat kemoterapi akan bereaksi dengan mengalami berbagai gejala diantaranya kelainan saluran pencernaan, seperti: mulut terasa sakit, kehilangan cita rasa, mual, muntah, diare, perut terasa penuh, berubahnya kebiasaan buang besar / udara, dll. Sebagian pasien merasa tidak nyaman buang air besar selama menjalani kemoterapi, yang pada gilirannya menyebabkan asupan makanan juga menjadi berkurang. Untuk mengatasi masalah gangguan gizi pada Penderita Kanker, diit yang dianjurkan lebih khusus, sehingga asupan Penderita Kanker dapat terpenuhi secara optimal.

Jadi tujuan menjalankan diet bagi Penderita Kanker yaitu memberikan makanan yang seimbang untuk mencapai dan mempertahankan statusnya gizi optimal, kemudian mencegah penurunan berat bagi pasien yang punya berat badan berlebihan; dan mengurangi rasa mual. Cara pemberian makanan hendaknya memperhatikan: nafsu makan, perubahan indra pengecap, rasa kenyang cepat, mual, penurunan berat badan dan akibat pengobatan (kemoterapi). Makanan dapat diberikan sesuai keadaan Penderita, dapat berupa makanan berkonsistensi cair, padat atau kombinasi.


Tips untuk mengatasi masalah makan

Bila terjadi penurunan nafsu makan pada Penderita Kanker dianjurkan konsumsi makanan yang disukai walaupun tidak lapar, karena makan merupakan bagian yang sangat penting dalam pengobatan. Makanan yang dingin lebih baik: es krim, milkshake, gelatin, puding, semangka, anggur. Hindari minum air sebelum makan. Bila ada perubahan pengecapan, dapat mengkonsumsi makanan dengan bumbu yang disesuaikan dengan selera untuk menambah rasa, juga dapat diberikan aneka jus / sari buah sebagai pilihan.
Adapun bila ada kesulitan mengunyah dan menelan, Penderita kanker dapat minum menggunakan sedotan, konsistensi lembut / cair, hindari makanan terlalu asam atau asin. Dan bila mulut kering dapat mengkonsumsi makanan dengan konsistensi lembut / cair, kunyah permen karet atau permen keras. Bila terasa mual dan muntah, hindari makanan yang berbau merangsang dan berlemak, makan / minum porsi kecil tapi sering, hindari makanan terlalu manis agar mulut tidak berasa asam, batasi cairan pada saat makan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan Penderita Kanker yaitu membatasi konsumsi daging merah hingga < 3x / minggu serta menghindari daging yang dibakar. Kemudian, membatasi pengolahan makanan dengan menggunakan banyak minyak seperti digoreng dan santan; menghindari bahan makanan yang diolah dengan penggunaan bahan pengawet; dan menghindari makanan yang merangsang pencernaan (pedas, asam, bergas).

Dianjurkan memperbanyak konsumsi sayuran dan buah, terutama yang mengandung antioksidan seperti wortel, tomat, dan brocoli serta buah yang berwarna kuning/merah. Penderita Kanker disarankan mengkonsumsi ikan, telur, atau susu sebagai pengganti protein daging merah. Penderita Kanker dianjurkan mengkonsumsi makanan dengan porsi kecil dan sering yaitu: 3-4 X makan dan 2-3 X makanan selingan / snack. Disajikan makanan kesukaan dan menunggu kondisi lapar.

Bentuk makanan disesuaikan dengan kemampuan Penderita mengkonsumsi, dapat berupa kombinasi (nasi, tim, bubur, lauk pauk, sayur dan buah) disertai makanan cair berupa susu, jus kacang hijau, dan susu kedelai. Yang harus diperhatikan pula, Penderita Kanker tidak dianjurkan mengkonsumsi telor setengah matang, makanan mentah total atau susu tanpa dipasteurisasi. Asupan minuman harus cukup 8-10 gelas sehari, selain untuk mencukupi kebutuhan, agar fungsi ginjal tetap baik dan sisa obat kemo dapat keluar bersama urin.

Dengan pandemi Covid-19 yang mempengaruhi dunia saat ini, orang yang terkena kanker mengalami kesulitan dalam menangani penyakit mereka. Namun, kita bersama sejatinya haruslah bekerja keras memastikan bahwa kanker bisa dicegah dan kanker bisa ditangani. Mudah-mudahan berbagai tips dalam tulisan ini bisa mengurangi Penderita Kanker di Indonesia dan Jawa Timur khususnya. Selamat Hari Kanker se Dunia.



oleh: Dr. Andriyanto, SH, M.Kes (Ketua DPP PERSAGI Bidang Hukum dan Hubungan Masyarakat)