ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB SISA MAKANAN CAIR PASIEN KELAS 2 DAN 3 DI GEDUNG A RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO JAKARTA TAHUN 2019

Abidah Syauqiyatullah, Irfanny Z. Anwar, Ferina Darmarini, Ahmad Syauqy
| Abstract views: 52 | views: 33

Abstract

Plate waste is one of the indicators of minimum standard nutrition service at a hospital. Several studies at RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta showed that plate waste which higher than the standard still existed. Nevertheless, no research has been done to clarify factors causing a liquid dietThis research aims for finding out the analysis of factors causing liquid diet waste of patient classes 2 and 3 at A Building RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. It was conducted in April 2019 using a cross-sectional design and accidental sampling. The liquid diet waste was acquired by the food weighing method. A questionnaire was used to collect data. The result showed that the liquid diet waste in category >20% reached 88,7 percent. The results of statistical analysis explained that there were no significant relations between gender, age, education, information and education of nutrition, patient’s clinical obstacles, and food and diet obstacles with liquid diet waste. However, there were tendencies to leave liquid diet on male patients, patients with the age of ?35 years old, patients with higher education degrees, patients who did not receive information and education of nutrition, and patients with other obstacles. Therefore, the hospital and nutrition installation need to evaluate the acceptability of a liquid diet so it can increase patients’ intake of a liquid diet.


ABSTRAK

 

Sisa makanan merupakan salah satu indikator standar pelayanan minimal gizi rumah sakit. Dari beberapa penelitian di RSUPN Dr. Cipto Mangkusumo Jakarta, masih terdapat sisa makanan yang melebihi standar pelayanan minimal gizi rumah sakit tetapi penelitian mengenai sisa makanan cair belum pernah dilakukan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab sisa makanan cair pasien kelas 2 dan 3 di Gedung A RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo. Penelitian dilakukan pada bulan April 2019 dengan desain cross-sectional dan metode pemilihan sampel accidental sampling. Pemberian kuesioner kepada pasien dilakukan untuk mengetahui pemberian informasi dan edukasi gizi dan kendala yang dihadapi pasien dalam mengonsumsi makanan cair sedangkan data sisa makanan diperoleh dengan cara penimbangan. Berdasarkan hasil analisis univariat diketahui bahwa distribusi frekuensi sisa makanan cair dalam kategori tidak terpenuhi (>20%) mencapai 88,7 persen. Sisa makanan cair diketahui tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap jenis kelamin, kelompok umur, tingkat pendidikan, dan pemberian informasi dan edukasi gizi, kendala klinis dan kendala makanan dan menu yang dihadapi pasien. Namun, terdapat kecenderungan lebih banyak terjadinya sisa makanan cair pada pasien berjenis kelamin laki-laki, pasien berumur ?35 tahun, pasien dengan tingkat pendidikan minimal SMA, pasien yang tidak diberikan informasi dan edukasi gizi, dan pasien dengan kendala lain-lain. Oleh karena itu, pihak rumah sakit khususnya instalasi gizi, perlu mengevaluasi lebih lanjut kepuasan pasien terhadap makanan cair sehingga dapat dijadikan masukan dalam meningkatkan asupan makanan cair.

 



Keywords

liquid diet waste; information and education of nutrition; patients; sisa makanan cair; informasi dan edukasi gizi; pasien

Full Text:

PDF

References

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia R. Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI; 2013. 163 p.

Almatsier S. Persepsi Pasien terhadap Makanan di Rumah Sakit. J Gizi Indones. 1992;2:87–96.

Bulson H, Pickering J, Henderson A, Shape N. Managing NHSS Food Waste. Scotland; 2012.

Moehyi. Penyelenggaraan Makanan Institusi dan Jasa Boga. Jakarta: Bhatara; 1992.

Kementrian Kesehatan RI R. Menteri Kesehatan RI No. 129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit. In 2008.

Sembiring E. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Adanya Sisa Makanan Biasa pada Pasien Rawat Inap di Kelas III RS Pringadi Medan. Universitas Sumatera Utara; 2014.

Salman Y, Saputri R, Ridha MR. Faktor-Faktor Yang Berhubungan denganTerjadinya Sisa Makanan Pasien Diabetes Mellitus Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. JurkessiaJ. 2014;IV(6):1–6.

Nashua Y. Analisis Hubungan Kepuasan Pasien Rawat Inap dengan Sisa Makanan dan Biayanya di RS Bhakti Asih Brebes Tahun 2018. Institut Pertanian Bogor; 2018.

Silawati ET. Efektivitas Konseling Gizi terhadap Perubahan Sisa Makan Siang Pada Pasien Diabeter Mellitus Rawat Inap di RSI Klaten. Universitas Muhammadiyah Surakarta; 2017.

Ngatmira A. Penetapan standar porsi diet berdasarkan sisa makanan pasien bedah di RSUPN DR Ciptomangunkusumo tahun 2013 = The determination of standard diet portions based on surgery patients waste plate DR Ciptomangunkusumo National Center General Hospital in 2013. Universitas Indonesia; 2013.

Tanuwijaya LK, Sembiring LG, Dini CY. Sisa Makanan Pasien Rawat Inap: Analisis Kualitatif. Indones J Hum Nutr. 2018;5(1):51–61.

Almatsier S. Penuntun Diet. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama; 2004.

Wansink B, Cheney M, Chan N. Exploring Comfort Food Preferences Across Age and Gender. Physiol Behav. 2003;79(4):39–47.

Nida K. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Sisa Makanan Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum. 2011.

Moehji S. Penyelenggaraan Makanan Institusi dan Jasa Boga. Jakarta: Bharata; 1992.

Nasional USP. Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 Sistem Pendidikan Nasional. 2003.

Williams PG, Walton K. Plate waste in hospitals and strategies for change. Univ Wollongong. 2011;6(6).

Penulis T. Panduan Pemberian Informasi Kesehatan di RS Imelda Pekerja Indonesia. 7 Desember 2016. 2016.

Muliani U. Faktor-Faktor yang Berhubunga dengan Sisa Makanan Saring Pasien Rawat Inap. J Keperawatan. 2013;IX(1):31–6.

Ronitawati P, Puspita M, Citra K. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Sisa Makanan di RSU Daerah Koja Jakarta Utara Tahun 2017. Heal Sci Growth J. 2017;3(1):57–76.

Lestari YN, Torina DT, Hubungan Perubahan Standar Porsi Makan dengan Sisa Makanan Pasien Rumah Sakit Holistik Tahun 2016. J Gizi Indones. 2017;40(1):1–8.

Dewi LS. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Sisa Makanan pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Djtiroto Lumajang. Universitas Jember; 2015.

Wirasamadi NLP, Adhi KT, Weta IW, Wirasamadi NLP, Adhi KT, Weta IW, et al. Analisis Sisa Makanan Pasien Rawat Inap di RSUP Sanglah Denpasar Provinsi Bali. Public Heal Prev Med. 2015;3(1):88–95.

Ariefuddin MA, Kuntjoro T, Prawiningdyah Y. Analisis Sisa Makanan Lunak Rumah Sakit pada Penyelenggaraan Makanan dengan Sistem Outsourcing di RSUD Gunung Jati Cirebon. J Gizi Klin Indones. 2009;5(3):133–42.

Yulianti I. Sisa Makanan dan Kepuasan pada Pasien Rawat Inap Kelas III di Rumah Sakit Swasta Gresik Jawa Timur. Bogor Agricultural University. Intitut Pertanian Bogor; 2013.

Nida K, Efendi R, Norhasanah. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Sisa Makanan Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum. Jurkessia. 2011;2(1):1–8.

Nafies DA. Hubungan Cita Rasa Makanan dan Konsumsi Makanan dari Luar RS dengan Sisa Makanan Biasa pada Pasien di RS Orthopedi Prof. DR. R. Soeharso Surakarta. Universitas Muhammadiiyah Surakarta; 2016.

Aula L. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Terjadinya Sisa Makanan Pada Pasien Rawat Inap Di Rumah Sakit Haji Jakarta. repository. uinjkt.ac.id. Universitas Islam Negeri Jakarta; 2011.

Copyright (c) 2020 GIZI INDONESIA

Refbacks

  • There are currently no refbacks.