PERAN KELUARGA DENGAN ANAK BERAT BADAN LAHIR RENDAH DAN PANJANG BADAN LAHIR PENDEK UNTUK MENCAPAI PERTUMBUHAN OPTIMAL (Studi Kohor Tumbuh Kembang Anak di Kota Bogor)

Amalia Safitri, Rika Rachmawati, Elisa Diana Julianti, Dyah Santi Puspitasari, Aditianti Aditianti
| Abstract views: 27 | views: 28

Abstract

Good quality of life for children begins in the womb until the child is two years old is commonly called the first 1000 days of life. To achieve this, it is necessary to fulfill nutrition and family support so children can grow and develop optimally. Many factors some children are born with abnormal nutritional statuses such as low birth weight (LBW) and short birth length (SBL). The purpose of this study was to determine what factors can make children born with LBW and SBL achieve optimal growth. The research was conducted in September 2019 on a sample of a cohort study of child growth and development in the city of Bogor. Samples were taken purposively based on inclusion criteria for in-depth interviews by researchers with the sample parents to explore information related to consumption, morbidity, and parenting. The results obtained from the interview were that most children were given breast milk but not up to 6 months (exclusive breastfeeding) and were given formula milk as a substitute. Based on the morbidity of the child, only minor illnesses such as flu and cough. The availability of food in the family is good so it supports consuming nutritious food, while for the parenting style, most of the children are directly cared for by the mother. This study concludes that children will be able to catch up with growth from abnormal (LBW and SBL) to normal by paying attention to consumption, food availability, parenting patterns, and good children's stimulation.


ABSTRAK

Kualitas hidup anak yang baik dimulai sejak dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun atau yang biasa disebut 1000 hari pertama kehidupan. Untuk mencapai hal tersebut perlu pemenuhan gizi dan dukungan keluarga agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Disebabkan berbagai faktor sebagian anak ada yang terlahir dengan status gizi yang tidak normal seperti berat badan lahir rendah (BBLR) dan panjang badan lahir pendek (PBLP). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang dapat menjadikan anak yang lahir dengan BBLR dan PBLP bisa mencapai pertumbuhan yang optimal. Penelitian dilakukan di Bulan September 2019 pada sampel studi kohort tumbuh kembang anak di kota Bogor. Sampel diambil secara purfosif berdasarkan kriteria inklusi untuk dilakukan wawancara mendalam oleh peneliti pada orang tua sampel untuk menggali informasi terkait konsumsi, morbiditas dan pola asuh anak. Hasil yang didapat dari wawancara adalah sebagian besar anak diberikan air susu ibu (ASI) namun tidak sampai 6 bulan (ASI eksklusif) dan sebagai pengganti diberikan susu formula. Berdasarkan morbiditas anak hanya sakit ringan seperti flu dan batuk. Ketersediaan pangan di keluarga baik sehingga mendukung untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi, sedangkan untuk pola asuh sebagian besar anak diasuh langsung oleh ibu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah anak akan dapat mengejar ketertinggalan pertumbuhan dari tidak normal (BBLR dan PBLP) menjadi normal dengan memperhatikan konsumsi, ketersediaan pangan, pola asuh dan stimulasi anak yang baik.

Kata kunci: pertumbuhan, peran keluarga, BBLR, PBLP


Keywords

growth; family role; LBW; SBL

Full Text:

PDF

References

Patebon PK, Kendal K, Kendal K. Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita Usia 12 Bulan Di Desa Purwokerto Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal. 2014;3(2):303–9.

Ni`mah Khoirun, Nadhiroh SR. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita. Media Gizi Indones. 2015;10(1):13–9.

Nengsih U, Djamhuri DS, Tinggi S, Achmad J. Hubungan Riwayat Kelahiran Berat Bayi Lahir Rendah dengan Pertumbuhan Anak Usia Balita. MIdwife J. 2016;2(02):59–67.

Ernawati F, Muljati S, S MD, Safitri A. Hubungan Panjang Badan Lahir Terhadap Perkembangan Anak Usia 12 Bulan. Penelit Gizi dan Makanan (The J Nutr Food Res. 2014;37(2 Dec):109–18.

WHO. WHA Global Nutrition Target 2025: Low Birth WeightPolicy Brief. South Asia. 2014;28:66.

Kementrian Kesehatan RI. Hasil Utama Riset Kesehata Dasar (RISKESDAS). 2018;44(8):1–200.

Dahlan A, Mubin F, Mustika DN. Hubungan Status Pekerjaan dengan Pemberian ASI Eksklusif di Kelurahan Palebon Kecamatan Pedurungan Kota Semarang. J Unimus. 2011;000:1–5.

Anggorowati F. Hubungan antara dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi di Desa Bebengan Kecamatan Boja Kabupaten Kendal. J Keperawatan Matern. 2013;1:1–8.

Kania N. Stimulasi Tumbuh Kembang Anak untuk Tumbuh Kembang yang Optimal. pada: Seminar Tumbuh Kembang Anak. Bandung; 11 Maret 2006.

Bulan U, Diberi Y, Tanpa MDAN. Studi komparatif penambahan berat badan bayi umur 0 – 6 bulan yang di beri MP- ASI dantanpadiberi MP- ASI,. Jurnalilmiahkebidanan. 2010;vol 1.(1):98–107.

Darapheak C, Takano T, Kizuki M, Nakamura K, Seino K. Consumption of animal source foods and dietary diversity reduce stunting in children in Cambodia. Int Arch Med 2013;6(1):1.

Tessema M, Gunaratna NS, Brouwer ID, Donato K, Cohen JL, McConnell M, et al. Associations among high-quality protein and energy intake, serum transthyretin, serum amino acids and linear growth of children in Ethiopia. Nutrients. 2018;10(11):1–17.

Illahi KR, Zki. Hubungan_Pendapatan_Keluarga_Berat_Lahir_Dan_Panja. Manaj Kesehat. 2017;3(1):1–14.

Ramli, Agho KE, Inder KJ, Bowe SJ, Jacobs J, Dibley MJ. Prevalence and risk factors for stunting and severe stunting among under-fives in North Maluku province of Indonesia. BMC Pediatr. 2009;9:64.

Tando NM. Durasi Dan Frekuensi Sakit Balita Dengan Terjadinya Stunting Pada Anak Sd Di Kecamatan Malalayang Kota Manado. Gizido. 2012;4(1):338–48.

Picauly I, Toy SM. Analisis Determinan Dan Pengaruh Stunting Terhadap Prestasi Belajar Anak Sekolah Di Kupang Dan Sumba Timur, Ntt. J Gizi dan Pangan. 2013;8(1):55.

Kifle MM, Kesete HF, Gaim HT, Angosom GS, Araya MB. Health facility or home delivery? Factors influencing the choice of delivery place among mothers living in rural communities of Eritrea. J Heal Popul Nutr. 2018;37(1):1–15.

Diana FM. Hubungan Pola Asuh Dengan Status Gizi Anak Batita Di Kecamatan Kuranji Kelurahan Pasar Ambacang Kota Padang Tahun 2004. J Kesehat Masy. 2006;19–23.

Mustika TD, Wahini M. Pola Asuh Makan Antara Ibu Bekerja dan Tidak Bekerja dan Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Anak Usia Sekolah Dasar. E-Journal Unesa. 2015;4(1):162–6.

Aryanti Y. Peran ayah dalam pengasuhan anak usia dini. J Pendidik Dompet Dhuafa. 2017;7(1):21–4.

Yogman M, Garfield CF. Fathers’ roles in the care and development of their children: The role of pediatricians. Pediatrics. 2016;138(1).

Efendi DI. Permainan Tradisional Sebagai Media Stimulasi. Didaktika. 2015;13(3):11–8.

Copyright (c) 2021 GIZI INDONESIA

Refbacks

  • There are currently no refbacks.